Wisata Coban Rondo Malang

coban-rondoe
Wisata Coban Rondo merupakan salah satu wisata alam paling popular di Malang yang banyak dikunjungi wisatawan domestik maupun wisatawan mancanegara. Keindahan dan kesejukan alamnya menjadi keunggulan wisata coban rondo ini. Wisata Coban Rondo ini berjarak 12 km dari Kota Batu atau ± 24 km dari Kota Malang dengan waktu tempuh sekitar 1 jam, tepatnya terletak di Desa Pandesari, Kecamatan Pujon, Kabupaten Malang, Propinsi Jawa Timur. Akses menuju Coban Rondo sangat mudah, dan sangat dekat dengan area parkir.
COBAN RONDO
Asal muasal di namakan Coban Rondo berawal dari legenda Dewi Anjarwati yang berasal dari Gunung Kawi dan Raden Baron Kusuma yang berasal dari Gunung Anjasmara. Mereka adalah pasangan pengantin muda yang baru 36 hari menikah.
Yang pada hari itu sang Dewi Anjarwati mengajak suaminya untuk berkunjung mengunjungi tempat asal suaminya yaitu di Gunung Anjasmara. Keinginan mereka untuk pergi di sampaikan kepada orang tua Dewi Anjarwati, akan tetapi niat mereka untuk pergi dilarang oleh orang tua Dewi Anjarwati, sebab menurut adat jawa tidak baik bepergian jauh untuk pasangan pengantin muda yang baru 36 hari menikah, Akan tetapi larangan kedua orang tua Dewi Anjarwati tidak di petuhi oleh keduanya.
Dewi Anjarwati dan Raden Baron Kusuma bersikeras untuk tetap pergi.
Bersama dengan para pembantunya, mereka berjalan menuju tempat asal Raden Baron Kusuma.
Di pertengahan perjalanan Dewi Anjarwati merasa sangat haus, Kemudian mereka pun beristirahat. Ditemani salah seorang pembantunya, Raden Baron Kusuma mencarikan air minum untuk Dewi Anjarwati. Setelah menyusuri hutan untuk menemukan air minum untuk istrinya, Raden baron Kusuma mendapati sungai kecil yang airnya sangat jernih, kemudian sang Raden Baron Kusuma menyusuri sungai tersebut untuk menemukan sumber mata air dari sungai tersebut, ternyata yang di temukan Raden baron Kusuma adalah sebuah air terjun ( coban ) yang sangat tinggi yang merupakan asal mata air dari sungai kecil tadi, timbul keinginan Raden baron Kusuma untuk mandi di coban tersebut dan kemudian kembali membawakan air minum untuk Dewi Anjarwati.

Sesampainya kembali Raden Baron Kusuma di tempat Dewi Anjarwati, sang Raden di kejutkan dengan kehadiran orang yang tidak dikenal asal usulnya bernama Joko Lelono, yang ternyata sangat tertarik dengan kecantikan Dewi Anjarwati dan berniat ingin merebut Dewi Anjarwati dari Raden Baron Kusuma, Sehingga perkelahian antara keduanya tidak dapat dihindari. Sebelum perkelahian terjadi Raden Baron Kusuma berpesan kepada pembantunya untuk menyembunyikan Dewi Anjarwati ke tempat air terjun ( Coban ) yang sebelumnya Raden Baron Kusuma temukan.

Perkelahian sengit antara Raden Baron Kusuma dan joko lelono untuk memperebutkan Dewi Anjarwati membuahkan hasil keduanya tewas dalam perkelahian, dan Dewi Anjarwatipun menjadi janda (Rondo). Dan sejak saat itulah Air Terjun ( Coban ) Tempat persembunyian Dewi Anjarwati menunggu suaminya di kenal sebagai Coban Rondo ( Air Terjun janda ). Dan konon cerita batu besar di bawah air terjun merupakan tempat duduk sang Dewi menunggu suaminya.

Fasilitas dan Akomodasi

 Di dalam area Coban Rondo banyak terdapat warung-warung yang menjajakan makanan dengan harga yang cukup terjangkau.  Juga tersedia sarana tempat beribadah bagi umat muslim, panggung terbuka, area camping ground dan toilet.

Untuk yang mencari tempat penginapan dapat diperoleh di daerah wisata Songgoriti, sekitar 5-8 km dari lokasi Air Terjun Coban Rondo.

Leave a Comment

Your email address will not be published.

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>